
Menelusuri sejarah, memahami masa kini.
Jelajahi berbagai berita menarik dari Sahabat Museum KAA.

Jelajahi berbagai berita menarik dari Sahabat Museum KAA.

Hari ini langit tampak begitu terang, matahari sedari tadi sudah menampakkan senyumnya yang lebar, membuat semangatku ikut menggelegar. Aku beraktivitas seperti biasanya, yaitu berangkat ke kampus. Aku pergi ke kampus menggunakan kendaraan pribadi. Dan Aku tidak pernah menyangka bahwa hari ini merupakan hari yang mungkin tak akan terlupakan sepanjang hidupku.

Tuan Akar, Batang, Ranting, Daun, Buah. Sore hari bersama angin yang menghembuskan napasnya, lalu para tuan merasa tertampar akan hembusannya. Tuan Buah menggerutu, katanya aduhay sayaaangg, betapa malangnya aku.. sudah manis tetap saja dipaksa menahan badai angin. Tuan Ranting mendengar, dan mulutnya gatal ingin menanggapi tuan Buah, eh aduhay sayaaang,

Mati, mati, mati Sudah hampir 2 bulan lamanya aku disekap dalam ruang gelap, sempit, lembab, dipadu dengan bau tak jelas yang menusuk indra penciumanku. Aku mendengar suara sepatu yang bergesekan dengan lantai sret, sret, sret. Semakin lama semakin terdengar jelas suara itu mendekati ruang tempatku disekap. Pintu terbuka kreet.. Aku

Malam itu, langit bersih tanpa awan. Hanya bintang yang bersinar bergantung di atas langit. Namun, suasana itu terabaikan oleh suara keriuhan warga desa karena ditetapkannya kebijakan dari Dewan tentang kenaikan pajak dan pengambilan sebagian hasil panen. Peristiwa itu terjadi di tempat yang bernama Volintarin, suatu tempat kecil yang berada di

Pagi hari itu cerah, berbanding terbalik dengan suasana hati pemuda yang sedang melamun di tepian danau. Dahinya mengernyit cukup lama sehingga membuat alis tebalnya tampak hampir menyatu. Tubuhnya yang tinggi, ia sandarkan di pagar pembatas, sedangkan tangannya menopang dagu sambil memasang wajah penuh kebingungan. Alam? Sudah menemukan jawabannya? Pertanyaan tersebut

Brief summary